Minggu, 15 Juni 2014

Chapter I


“Lebih baik selalu kututup mataku agar terus menjalani mimpi, daripada di dunia yang membosankan ini.”


   Awal kisah ini kutunjukkan untuk Sienna, seorang kekasih, sahabat, dan sekaligus guru yang sangat baik. Serta paman Ben yang selalu membuatkan ku alat bertarung, dan Pwillow, seorang kurcaci yang mengorbankan dirinya untuk kami saat di hutan.


Apa yang paling kau inginkan di dunia ini? Harta? Kekuasaan? Wanita? Atau cinta? Mungkin kalian akan memilih cinta secara sadar, dan sebagian dari kalian mungkin berpikir rasional, dan memilih salah satu dari harta, kekuasaan, atau wanita. Jadi biarkan aku membuka pandangan kalian yang berpikir bahwa memilih cinta adalah sesuatu yang salah. Harta yang kumaksud adalah dimana kau bisa membeli sebuah pulau hanya dengan sekali tunjuk tanpa mempengaruhi neraca keuanganmu, kekuasaan yang kumaksud adalah memiliki 3000 batalion tentara, lengkap dengan meriam dan sihir yang bisa membuat setengah dunia takluk padamu. Dan wanita yang kumaksud adalah seorang Dewi Kecantikan yang membuat para raja memohon untuk bersamanya walau untuk sejam, dan wanita ini sangat MENGINGINKAN kamu.  Apa sudah cukup untuk membuka pikiran mungilmu? Ini lah yang kurasakaan saat ini bersama dengan Paman Ben, berada di tengah hutan belantara, bekal kami habis, yang membuat kami bingung mencari buruan karena dilanda hujan es yang sangat deras. Mengenai kekuasaan, harta, dan wanita? Ya, kami memilikinya.